Etnisitas dan Multikulturalitas dalam Novel-Novel Indonesia 2000-An Ethnicity and Multiculturality in The Novels of Indonesia 2000s

Main Article Content

Wiyatmi
Nurhadi

Abstract

Indonesia is a multiethnic and multicultural country. This was expressed in a number of Indonesian novels, especially those published in the 2000s. This study aims to identify and understand the problems of ethnicity and multiculturality found in Indonesian novels in the 2000s. This problem will be understood by using the perspective of literary sociology, which understands literature as a socio-cultural document. Methodologically, this research uses qualitative descriptive research. The data source was chosen in a porous manner from Indonesian novels in the 2000s which raised the issue of ethnicity and multiculturality as the basis of the story. These novels include Jogja (Achmad Munif, 2006)), Waves (Dee, 2014), Isinga (Dorothea Rosa Herliany, 2015), Earth Dance (Oka Rusmini, 2000), 2002). The results showed that the issue of ethnicity and multiculturalism raised in Indonesian novels, especially Javanese, Balinese, Batak, and Dani (Papua) ethnic groups on the one hand still retained their ethnic characteristics, but on the other hand also had a shift in meaning and function due to meetings between techniques in multiethnic and multicultural societies. In the four titles of the novels examined by the description of the multiethnic and multicultural society, it appears in the names of people and their distinctive titles, religions and beliefs, and kinship systems expressed in the structure and means of telling. Each ethnic (Javanese, Balinese, Batak, Papuan) has their own characteristics. In their interactions with other ethnic groups in national and international contexts, the novels studied show the existence of a multiculturalism attitude expressed by the characters who are considered to express the views of the authors. Through the novels he wrote, Indonesian writers expressed the importance of multiculturalism to achieve harmony in inter-ethnic interactions in Indonesia and internationally.


Abstrak


Indonesia adalah negara multietnik dan multikultur. Hal tersebut terkespresikan dalam sejumlah novel Indonesia, terutama yang terbit pada periode 2000-an. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi dan memahami masalah etnisitas dan multikulturalitas yang terdapat dalam novel-novel Indonesia periode 2000-an. Masalah tersebut akan dipahami dnegan menggunakan perpektif sosiologi sastra, yang memahami karya sastra sebagai dokumen sosial budaya. Secara metodologis, penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dipilih secara porpusif dari novel-novel Indonesia periode 2000-an yang mengangkat masalah etnisitas dan multikulturalitas sebagai dasar cerita. Novel-novel tersebut antara lain Perempuan Jogja (Achmad Munif, 2006)), Gelombang (Dee, 2014), Isinga (Dorothea Rosa Herliany, 2015), Tarian Bumi (Oka Rusmini, 2000), 2002). Hasil penelitian menunjukkan bahwa isu etnisitas dan multikulturalitas yang diangkat dalam novel-novel Indonesia, khsususnya etnis Jawa, Bali, Batak, dan Dani (Papua) di satu sisi masih mempertahankan karakteristik etniknya, tetapi di sisi lain juga telah mengalami pergeseran makna dan fungsi akibat pertemuan antaretnik dalam masyarakat multietnik dan multikultur. Dalam empat judul novel yang dikaji gambaran masyarakat multietnik dan multikultural tersebut tampak pada tampak pada nama orang dan gelar khasnya, agama dan kepercayaan, dan sistem kekerabatan yang diekspresikan dalam struktur dan sarana penceritaan. Masing-masing etnik (Jawa, Bali, Batak, Papua) memiliki karakteristik masing-masing. Dalam interaksinya dengan etnik lainnya dalam konteks nasional dan internasional, novel-novel yang dikaji menunjukkan adanya sikap multikulturalisme yang diekspresikan oleh tokoh-tokohnya yang dianggap mengekspresikan pandangan pengarangnya. Melalui novel yang ditulisnya, para sastrawan Indonesia mengekspresikan pentingnya multikulturalisme untuk mencapai harmonisasi dalam interaksi antaretnik di Indonesia dan dunia internasional.

Article Details

How to Cite
Wiyatmi, & Nurhadi. (2021). Etnisitas dan Multikulturalitas dalam Novel-Novel Indonesia 2000-An: Ethnicity and Multiculturality in The Novels of Indonesia 2000s. SUSASTRA: Jurnal Ilmu Susastra Dan Ilmu Budaya, 10(1), 41–61. Retrieved from https://jurnal.hiski.or.id/ojs/index.php/susastra/article/view/31
Section
Articles

References

Barker, Chris. (2000). Cultural Studies: Teori dan Praktik. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Damono, Sapardi Djoko. (1979). Sosiologi Sastra, Sebuah Pengantar. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Dee Lestari. (2014). Gelombang.Yogyakarta: Bentang Pustaka.

Heraty N. Roosseno, Toeti. (2015). Tentang Manusia Indonesia dsb. Jakarta: Obor.

Herliany, Dhorithea Rosa. (2015). Isinga. Jakarta: Gramedia.

Jendra, I Nengah L. (2016). Landasan dan Tatacara Perkawinan Pada Gelahang di Bali. Denpasar: Vidia.

Junus, Umar. (986). Sosiologi Sastra: Persoalan Teori dan Metode. Kualalumpur: Dewan bahasa dan Pustaka Kementerian Pelajaran Malaysia.

Munif, Achmad. (2006). Perempuan Jogja. Yogyakarta: Navila.

Prayitno, H.A. dan Trubus. (2004). Etika Kemajemukan: Solusi Strategis Merenda Kebersamaan dalam Bingkai Masyarakat Majemuk. Jakarta: Universitas Trisakti.

Rusmini, Oka. (2000). Tarian Bumi. Magelang: Indonesiatera.

Sayuti, Suminto dan Wiyatmi. 2017. "Nilai-nilai Multikultural dalam Novel Indonesia Tahun 2000-an," Litera, 16 (1), hlm 21 - 36.

Simamora, Hotrika dan Aisyah, Siti. (2018). "Perbedaan Tingkat Kecemasan Antara Ayah Suku Batak Asli dan Perantauan yang Tidak Memiliki Anak Laki-laki," Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya. 3 (2), hlm. 117 - 121.

https://doi.org/10.24114/antro.v3i2.8307

Simbolon, Debora. 2012. "Memahami Komunikasi Beda Budaya Antara Suku batak Toba dengan Suku Jawa di Kota Semarang (Studi pada mahasiswa Suku Batak Toba dengan Suku Jawa di Universitas Semarang)," dalam The Messenger, IV (1), hlm. 43 - 49.

https://doi.org/10.26623/themessenger.v4i2.159

Siregar, Fuad Habibi & Kinseng, Rilus A. (2015). "Perubahan Sosial Budaya dan Tingkat Kesejahteraan Migran Batak di Sektor Informal di Kota Bogor," dalam Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 3 (1), hlm. 10 - 23.

https://doi.org/10.22500/sodality.v3i1.9428

Subarani, Berlin. 2012. "Bahasa, Etnisitas, dan Potensinya terhadap Konflik Entis,'dalam Jurnal Bahas, 22 (2), hlm. 1- 10.

Sugiyarto, Sugiyarto. (2017) "Menyimak (Kembali) Integrasi Budaya di tanah Batak Toba," dalam Endogami: Jurnal Ilmiah kajian Antropologi, 1 (1), hlm. 34-41.

https://doi.org/10.14710/endogami.1.1.34-41

Sujana, I Putu Windu Mertha. (2015). "Perkawinan Nyentana Sebagai Instrumen Untuk Mewujudkan Kesetaraan Dan Keadilan Gender Dalam Perspektif Pkn: Studi Deskriptif Kualitatif di Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali." S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia. Diunduh dari http://repository.upi.edu/17622/.

Tilaar (2009:82), H.A.R. 2009. Kekuasaan dan Pendidikan: Manajemen Pendidikan

Nasional dalam Pusaran Kekuasaan. Jakarta: Rineka Cipta.

Wiyatmi. 2013. Sosiologi Sastra: Teori dan Kajian terhadap Sastra Indonesia. Yogyakarta: Kanwa Publisher.

Wiyatmi. 2017. "Dialog Antaretnik dalam Novel-novel Indonesia 2000-an." Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni. Pentingnya Peran Bahasa, Sastra, dan Seni dalam Pelestarian Budaya Lokal, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman, 24-25 Oktober 2017.